Oleh Vidya Fathimah
Dosen STIM SUKMA Medan


Medan, Tim dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Pencatatan Keuangan Berbasis Aplikasi Digital Guna Meningkatkan Literasi Finansial Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan. Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan pribadi melalui pemanfaatan aplikasi digital sehingga mereka mampu menerapkan kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.
Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 02 Juli 2026 di sekolah MAN 3 Medan diikuti oleh lima belas siswa kelas XI. Kegiatan menghadirkan dosen dari kampus STIM Sukma ibu Vidya Fathimah sebagai pendamping praktik penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dapat diakses melalui handphone.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi keuangan. Kemudahan pembayaran non-tunai dan layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana agar generasi muda tidak terjebak pada perilaku konsumtif.
“Literasi finansial merupakan keterampilan hidup yang harus dimiliki sejak dini. Melalui pelatihan ini kami ingin mengenalkan cara sederhana mengatur keuangan menggunakan aplikasi digital yang bernama “Money+” sehingga siswa terbiasa mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran serta mampu menyusun anggaran secara disiplin. Pada aplikasi Money+ dapat mengatur pemasukan, pengeluaran dan anggaran harian” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya kebiasaan mencatat transaksi keuangan masih menjadi salah satu penyebab kurang baiknya pengelolaan keuangan di kalangan remaja. Padahal, pencatatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu seseorang mengetahui kondisi keuangan, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan tabungan maupun kebutuhan masa depan. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar literasi finansial, pentingnya perencanaan keuangan, teknik menyusun anggaran bulanan, hingga praktik langsung menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital. Melalui simulasi transaksi harian, siswa diajak mencatat setiap pemasukan, pengeluaran, serta mengevaluasi arus kas secara sederhana




Gambar 3. Input Pemasukan Gambar 4 . Input Pengeluaran Gambar 5. Analisis Pengeluaran
Gambar di atas merupakan proses penggunaan aplikasi Money+, baik dalam menginput pemasukan harian ataupun bulanan, pengeluaran harian, dan hasil analisis pengeluaran setiap bulannya dilengkapi dengan icon unik. Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan pengalaman mereka dalam mengelola uang saku serta berdiskusi mengenai cara menghindari pemborosan akibat kemudahan berbelanja secara daring.
Salah seorang peserta, bernama Khalifa mengaku memperoleh pengalaman baru setelah mengikuti pelatihan. Ia mengaku selama ini belum pernah mencatat pengeluaran secara rutin sehingga sering kali tidak mengetahui ke mana uang sakunya digunakan. “Sekarang saya jadi tahu pentingnya mencatat setiap pengeluaran. Aplikasinya juga mudah digunakan sehingga bisa membantu mengatur uang saku agar lebih hemat,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, tim pengabdian berharap para siswa mampu menerapkan budaya pencatatan keuangan secara konsisten. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, membangun karakter disiplin, serta menumbuhkan kesadaran untuk menabung dan merencanakan masa depan. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan literasi finansial masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kecerdasan dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab.


