Oleh : Ade Rahma Ayu, S.Sos., M.Si.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk dunia bisnis. AI kini tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan besar, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diterapkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui AI, pelaku usaha dapat melakukan analisis pasar, memahami perilaku konsumen, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas jangkauan pemasaran. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami konsep dan strategi pemanfaatan AI secara tepat. Keterbatasan pengetahuan dan anggapan bahwa AI memerlukan biaya tinggi menjadi tantangan utama. Melihat kondisi tersebut, sebagai salah satu institusi pendididikan tinggi di Kota Medan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma melakukan kegiatan pengabdian internasional yang berkolaborasi dengan Universitas Utara Malaysia sebagai bentuk kolaborasi lintas negara guna mengkaji secara ilmiah tentang peran AI dalam dunia bisnis. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya edukasi dan pendampingan bagi pelaku usaha atau calon wirausaha agar mampu memanfaatkan AI sebagai strategi pengembangan bisnis. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum mengenal penerapan AI dalam bisnis secara praktis. Setelah mengikuti kegiatan, peserta mulai memahami bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan usaha, seperti pembuatan konten promosi, analisis tren pasar, dan peningkatan kualitas layanan pelanggan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan simulasi. Peserta juga menyampaikan ketertarikan untuk mulai mengintegrasikan AI ke dalam aktivitas bisnis mereka. Kendala yang masih dihadapi antara lain keterbatasan perangkat dan kurangnya pendampingan lanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam mengembangkan bisnis melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan diskusi interaktif mengenai konsep dasar AI, strategi bisnis berbasis AI, serta simulasi penerapan AI secara sederhana dan aplikatif. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan literasi digital peserta, munculnya kesadaran akan pentingnya AI dalam pengambilan keputusan bisnis, serta minat peserta untuk mengadopsi teknologi AI dalam pemasaran dan pelayanan pelanggan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong transformasi bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan di era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif berupa: Terbukanya peluang pengembangan bisnis yang lebih efektif dan efisien, Peningkatan literasi teknologi dan digital pelaku usaha, Meningkatnya kesadaran akan pentingnya inovasi berbasis AI Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Strategi Pengembangan Bisnis Melalui AI” ini berhasil memberikan pemahaman awal dan strategi praktis bagi pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi AI. Ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang penggunaan AI dalam dunia usaha. Peserta juga mengakui bahwa semangat mereka untuk memulai usaha dan meningkatkan pendapatan usahanya semakin bertambah. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital UMKM agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Diperlukan kegiatan pendampingan lanjutan dan pelatihan tingkat lanjut agar pelaku usaha dapat mengimplementasikan AI secara optimal dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha perlu terus ditingkatkan.


